Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri mulai terasa di Kota Makassar. Warga berbondong-bondong memburu aneka kue kering sebagai hidangan istimewa untuk menyambut tamu di momen lebaran. Berbagai varian kue seperti nastar, kastengel, hingga putri salju menjadi incaran utama konsumen.

Toko Nusa yang berlokasi di Jalan Nusantara Kambangan, kawasan Pasar Sentral Makassar, menjadi salah satu destinasi favorit pemburu kue kering. Toko yang telah berdiri sejak lama ini dikenal dengan cita rasa kue keringnya yang lezat dan harga yang ramah di kantong.

Eli Agakkareba, pemilik Toko Nusa, mengungkapkan bahwa sejak awal bulan Ramadan, tokonya sudah diserbu pembeli. “Nastar selalu jadi primadona, diikuti kue semprit dan bangket,” ujar Eli saat ditemui di tokonya, Kamis.

Di tokonya, tersedia puluhan varian kue kering dengan berbagai pilihan bahan. Konsumen bisa memilih kue berbahan dasar mentega biasa atau yang premium menggunakan roomboter. Untuk kue dengan bahan dasar mentega biasa, harga dipatok Rp150.000 per kilogram, sementara yang menggunakan bahan premium dijual Rp200.000 per kilogram.

Selain nastar, kue semprit, dan bangket, toko ini juga menawarkan beragam pilihan lain seperti kue salju, sultana, kue mentega, tosca, kastengel, choco ball, kanji keju, hingga kue durian yang unik berbentuk menyerupai buah durian. Semua varian bisa dibeli per kilogram atau langsung dalam kemasan toples.

“Dibanding tahun-tahun sebelumnya, penjualan tahun ini jauh lebih bagus. Waktu pandemi sempat sepi, tapi mulai tahun lalu sudah membaik dan tahun ini makin ramai,” kata Eli.

Ia mengaku tidak menghitung penjualan berdasarkan kilogram karena banyak pembeli yang langsung membeli dalam jumlah besar. “Ada pelanggan yang beli sampai 10 kotak besar sekaligus. Untuk toples ukuran sedang saja, sudah lebih dari 100 yang terjual,” ungkapnya.

Menariknya, produksi kue kering di Toko Nusa hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan. “Kami mulai produksi saat masuk bulan puasa agar kue tetap fresh. Di hari biasa tidak ada produksi kue kilo-an seperti ini,” jelas Eli.

Terkait daya tahan, Eli memberikan tips kepada konsumen. Kue kering dalam toples tertutup rapat bisa bertahan hingga setahun. “Lebih bagus pakai toples yang ada ulir pemutar supaya tertutup sempurna. Kalau sudah dibuka, sebaiknya dipindah ke toples berputar agar tidak melempem,” sarannya.

Fenomena berburu kue kering menjelang lebaran ini menunjukkan tradisi yang masih kuat di masyarakat Makassar. Warga kini dihadapkan pada pilihan: membeli kue jadi yang praktis atau membuat sendiri di rumah. Yang pasti, kue kering tetap menjadi elemen tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________