Sub-sektor peternakan pun mencatatkan lonjakan mencolok. BPS melaporkan pertumbuhan peternakan mencapai 11,84 persen, dipicu oleh tingginya permintaan selama periode hari raya sekaligus kebutuhan pasokan untuk program MBG yang terus meluas.
Kombinasi antara konstruksi yang bergairah dan pertanian yang produktif itu pada akhirnya menjadi penopang utama laju ekonomi nasional di awal 2026. Dua program yang semula lebih dikenal sebagai kebijakan sosial kini membuktikan diri sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi yang terukur.
Hasil kuartal pertama ini memberi sinyal bahwa belanja negara yang diarahkan langsung ke infrastruktur pelayanan dasar dan rantai pasok pangan mampu menghasilkan efek berganda yang konkret. BPS pun mencatat keduanya sebagai variabel yang layak diperhitungkan dalam proyeksi ekonomi kuartal berikutnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.