Amalia menjelaskan bahwa aktivitas konstruksi yang meningkat itu sejalan dengan naiknya realisasi belanja modal pemerintah di sektor tersebut, sekaligus didukung oleh partisipasi swasta. Bertambahnya jumlah SPPG dan koperasi desa turut mendorong permintaan bahan baku konstruksi secara masif.

Dengan kontribusi sebesar 9,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto pada kuartal I 2026, sektor konstruksi kini menduduki posisi keempat sebagai kontributor terbesar PDB dari sisi lapangan usaha. Angka ini memperkuat posisi konstruksi sebagai tulang punggung pertumbuhan jangka pendek.

Namun bukan hanya bata dan semen yang bergerak. Program Makan Bergizi Gratis ternyata juga menyentuh ladang dan kandang ternak. Perluasan cakupan program ini mendorong sektor pertanian tumbuh 4,97 persen secara tahunan, sekaligus menyumbang 12,57 persen terhadap PDB — menjadikannya kontributor terbesar ketiga dari sisi lapangan usaha.

Amalia menyebut pertumbuhan pertanian didorong oleh dua faktor utama: peningkatan produksi dan naiknya permintaan domestik. Momentum Ramadan dan Idul Fitri turut memperkuat permintaan tersebut, khususnya untuk kebutuhan daging ayam ras dan telur.