Turut mendampingi Presiden dalam peresmian itu, sejumlah nama penting hadir: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Barisan pejabat yang lengkap — sebagaimana lazimnya seremonial peresmian proyek besar di negeri ini.

Yang menarik, peresmian ini berlangsung hanya sehari setelah tanggal yang penuh ironi — 15 September, hari di mana kemacetan Jakarta kembali tercatat sebagai salah satu yang terparah di dunia menurut berbagai indeks lalu lintas global. Seolah alam sendiri yang mengingatkan bahwa pekerjaan rumah ibu kota masih jauh dari selesai.

Pantun Presiden Prabowo mungkin terdengar sederhana dan penuh semangat. Namun di balik irama pantun itu, ada harapan besar yang disematkan ke rel besi sepanjang 12,2 kilometer tersebut. Harapan bahwa suatu hari nanti, warga Jakarta benar-benar akan “berseri” — bukan karena terpaksa berdesakan di dalam gerbong, tetapi karena merasa bahwa negara telah hadir memberikan solusi nyata bagi perjalanan sehari-hari mereka.

Perjalanan LRT Kelapa Gading–Manggarai memang sudah dibuka. Perjalanan panjang menuju Jakarta sebagai kota dengan transportasi publik yang benar-benar layak? Itu baru saja dimulai.



Follow Widget