Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan yang menyeluruh.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jamaah haji dan umrah mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari tahap pendaftaran hingga proses kepulangan mereka ke Tanah Air. Struktur organisasi baru ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan visi tersebut,” tegas Dahnil dalam sambutannya.

Dengan pelantikan ini, para pejabat baru di Kemenhaj diharapkan segera bergerak cepat dalam menyiapkan seluruh aspek teknis dan operasional menjelang musim haji 2026. Beberapa tantangan yang harus dihadapi antara lain:

  • Pemutakhiran data calon jamaah haji
  • Koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait kuota dan protokol kesehatan
  • Penyiapan infrastruktur asrama haji di seluruh Indonesia
  • Peningkatan kapasitas SDM pengelola haji dan umrah di daerah

Bagi Kamriati dan ratusan pejabat lainnya yang baru dilantik, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa transformasi kelembagaan tidak hanya soal struktur dan nomenklatur, tetapi juga soal kualitas layanan nyata yang dirasakan oleh jutaan jamaah haji dan umrah Indonesia.