PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar pelantikan massal terhadap lebih dari 400 pejabat struktural eselon yang tersebar di berbagai provinsi di Tanah Air. Pengukuhan ini merupakan langkah konkret dalam memantapkan arsitektur kelembagaan kementerian yang relatif baru, dengan orientasi utama mempercepat dan meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah haji dan umrah hingga ke level kecamatan.

Upacara pelantikan yang digelar pada Jumat (28/11/2025) dipimpin oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, yang mewakili Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Acara dilaksanakan dengan format hybrid: sebagian pejabat mengikuti prosesi pelantikan secara langsung di Jakarta, sementara pejabat lainnya mengikuti secara daring dari kantor wilayah masing-masing.

Di Sulawesi Selatan, prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Wisma Shafa, Asrama Haji Makassar. Seluruh pimpinan Kantor Kemenhaj tingkat Kabupaten dan Kota se-Sulsel hadir dalam upacara tersebut, menandai dimulainya era baru pengelolaan ibadah haji dan umrah di wilayah tersebut.

Untuk Kabupaten Sinjai, tongkat estafet kepemimpinan Kantor Kementerian Haji dan Umrah diserahkan kepada Dra. Hj. Kamriati Anies, M.Pd.I. Sebelum menduduki posisi strategis ini, Kamriati menjabat sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai.

Lahir di Sinjai pada 19 Juni 1970, Kamriati merupakan kakak kandung dari dr. H. Kahar Anies yang kini menjabat sebagai Direktur RSUD Kabupaten Sinjai. Perjalanan pendidikannya dimulai dari tingkat dasar hingga menengah di kampung halamannya, sebelum melanjutkan studi sarjana di IAIN Alauddin Makassar dan meraih gelar magister dari UIN Alauddin Makassar.

Selama berkarier di lingkungan Kementerian Agama, Kamriati telah menjabat berbagai posisi krusial yang membekalinya dengan pengalaman manajerial yang luas, di antaranya:

  • Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sinjai – memimpin lembaga pendidikan Islam tingkat atas dengan ratusan siswa
  • Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kemenag Sinjai – mengawasi dan mengembangkan sistem pendidikan madrasah di tingkat kabupaten
  • Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kemenag Sinjai – mengelola seluruh aspek teknis dan administratif keberangkatan jamaah haji dan umrah

Dengan latar belakang yang kaya di bidang penyelenggaraan haji dan umrah, Kamriati diharapkan mampu mengarahkan Kantor Kemenhaj Sinjai dalam menghadapi tantangan layanan jamaah, termasuk menyiapkan infrastruktur dan sistem operasional menjelang musim haji 2026 yang akan tiba dalam beberapa bulan ke depan.

Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagai entitas kementerian mandiri mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara lebih fokus, terukur, dan profesional. Sebelumnya, urusan haji dan umrah berada di bawah koordinasi Kementerian Agama bersama dengan berbagai instansi terkait lainnya, yang terkadang menimbulkan hambatan koordinasi.

Dengan kehadiran struktur organisasi baru yang menjangkau hingga tingkat kabupaten dan kota, diharapkan sejumlah perbaikan dapat terwujud, antara lain:

  • Koordinasi antarlembaga yang lebih efisien – mengurangi tumpang tindih tugas dan wewenang
  • Percepatan layanan kepada jamaah – mulai dari pendaftaran, pembinaan, hingga pemulangan
  • Transparansi pengelolaan dana haji – memastikan akuntabilitas dan kepercayaan publik
  • Peningkatan kualitas pembinaan jamaah – memberikan pembekalan spiritual dan teknis yang lebih matang

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan yang menyeluruh.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jamaah haji dan umrah mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari tahap pendaftaran hingga proses kepulangan mereka ke Tanah Air. Struktur organisasi baru ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan visi tersebut,” tegas Dahnil dalam sambutannya.

Dengan pelantikan ini, para pejabat baru di Kemenhaj diharapkan segera bergerak cepat dalam menyiapkan seluruh aspek teknis dan operasional menjelang musim haji 2026. Beberapa tantangan yang harus dihadapi antara lain:

  • Pemutakhiran data calon jamaah haji
  • Koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait kuota dan protokol kesehatan
  • Penyiapan infrastruktur asrama haji di seluruh Indonesia
  • Peningkatan kapasitas SDM pengelola haji dan umrah di daerah

Bagi Kamriati dan ratusan pejabat lainnya yang baru dilantik, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa transformasi kelembagaan tidak hanya soal struktur dan nomenklatur, tetapi juga soal kualitas layanan nyata yang dirasakan oleh jutaan jamaah haji dan umrah Indonesia.