RINGKASAN PUNGGAWANEWS
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) secara langsung mengunjungi korban kecelakaan KRL di RSUD Bekasi, menyapa pasien dan memberikan bantuan pribadi.
- Sebanyak 33 korban KRL dirawat, dengan mayoritas adalah pekerja komuter yang bekerja di Jakarta dan tinggal di Bekasi.
- Cedera yang dialami korban bervariasi, mulai dari memar hingga patah tulang yang memerlukan waktu pemulihan tiga hingga enam bulan.
- KDM memberikan bantuan tunai pribadi kepada setiap pasien untuk menutupi biaya hidup selama mereka tidak dapat bekerja, karena biaya pengobatan sudah ditanggung.
- KDM juga menyoroti beberapa fasilitas rumah sakit yang perlu diperbaiki, seperti lift yang rusak, dan menekankan pentingnya menjaga kebersihan.
KDM menyampaikan duka cita langsung kepada keluarga korban yang meninggal. Ia menemui sang ayah dan mengucapkan belasungkawa secara pribadi.
Mayoritas Korban Adalah Pekerja Komuter Bekasi–Jakarta
Hampir semua korban yang ditemui KDM adalah pekerja harian yang setiap hari bolak-balik Bekasi–Jakarta menggunakan KRL. Mereka tinggal di Cikarang, Tambun, dan sekitar Bekasi, sementara tempat kerja tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Cilandak, hingga Cilandak.
Satu korban bekerja sebagai staf IT di kawasan Lebak Bulus. Seorang lainnya bekerja di rumah makan Padang di Tangerang — perantau asal Sumatera Barat yang pulang seminggu sekali ke Bekasi.
Ada juga cerita unik dari salah satu korban. Ia sebenarnya sudah sempat turun dari kereta saat KRL berhenti mendadak. Namun karena melihat sinyal hijau, ia naik kembali — dan justru terjebak dalam kecelakaan. KDM pun berkelakar ringan, “Makanya kalau sudah keluar, jangan balik lagi.”



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.