“Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi sekaligus gerakan nasional dalam memilah dan mengelola sampah,” ucap Jumhur.
Salah satu poin penting yang ditekankan Jumhur adalah perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah itu sendiri. Selama ini, sampah kerap dipandang sebagai beban — sesuatu yang harus dibuang dan dilupakan. Paradigma itulah yang ingin digeser.
“Sampah yang tadinya dianggap musuh harus berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” tandas Jumhur.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di berbagai negara yang berhasil mengelola sampahnya dengan baik — seperti Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Eropa — transformasi dimulai justru dari cara pandang warganya terhadap limbah. Sampah dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.