Haedar menyebut kondisi ini sebagai tanda hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan modern. Sebuah peradaban yang mengklaim dirinya maju, tetapi membiarkan blokade terhadap warga sipil terus berlangsung, layak mempertanyakan kembali fondasi moralnya sendiri.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri merupakan upaya komunitas internasional untuk menembus blokade laut yang diberlakukan Israel terhadap Gaza. Flotilla—istilah untuk armada kapal kecil—sudah beberapa kali mencoba rute ini dalam beberapa tahun terakhir, dengan nasib yang berulang kali berakhir di tangan angkatan laut Israel.

Keterlibatan jurnalis Indonesia dalam misi ini menambah dimensi baru dalam perhatian publik nasional terhadap konflik Palestina. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki kepentingan moral dan historis yang kuat dalam isu Palestina. Sikap Muhammadiyah kali ini mencerminkan sentimen luas yang mengakar di masyarakat Indonesia.

Seruan Muhammadiyah kepada PBB untuk bertindak nyata mencerminkan frustrasi yang sudah lama menumpuk. Resolusi demi resolusi lahir dari Dewan Keamanan PBB, namun konflik tak kunjung usai. Blokade tetap berjalan. Bantuan kemanusiaan tetap sulit masuk. Dan kini, kapal yang membawa wartawan pun tak dibiarkan lewat.