Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEL AVIV – Pertahanan udara Israel kembali diuji ketika hujan rudal balistik Iran menghujani sejumlah wilayah strategis di negara tersebut, termasuk pusat kota Tel Aviv. Sistem pertahanan Iron Dome yang selama ini diandalkan Israel tampak kewalahan menahan gempuran proyektil dari Tehran, Selasa (18/3).
Suara dentuman ledakan dan lolongan sirine peringatan memecah keheningan malam di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya. Warga sipil berlarian mencari perlindungan ke bunker-bunker bawah tanah, bahkan tak sedikit yang membawa serta hewan peliharaan mereka untuk berlindung dari gempuran rudal.
Korban Sipil Berjatuhan
Serangan balasan Iran yang memasuki minggu ketiga ini telah menewaskan sedikitnya 1.450 orang. Dari jumlah tersebut, 13 personel militer Amerika Serikat dan 13 anggota pasukan Israel dilaporkan tewas. Namun yang mengkhawatirkan, korban sipil turut berjatuhan.
Di Ramat Gan, wilayah tengah Israel, dua warga lanjut usia ditemukan tewas di apartemen lantai empat mereka yang terkena hantaman langsung rudal Iran. Total delapan lokasi berbeda di seluruh Ramat Gan menjadi sasaran serangan kali ini.
Infrastruktur Sipil Rusak Parah
Berbeda dengan serangan-serangan sebelumnya yang fokus pada instalasi militer, kali ini rudal-rudal Iran juga menghantam fasilitas sipil. Stasiun Kereta Api Holland Johnson di Tel Aviv mengalami kerusakan cukup parah meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Rudal yang digunakan adalah jenis cluster yang pecah menjadi beberapa bagian saat jatuh,” ungkap pejabat setempat. Akibatnya, jalur kereta di Freeston Line terpaksa dihentikan sementara waktu.
Area parkir tertutup di Ramat Gan juga tak luput dari sasaran. Hantaman rudal menyebabkan kebakaran hebat yang melahap puluhan kendaraan. Petugas pemadam kebakaran turun tangan memadamkan api yang meluas ke sejumlah titik di pusat kota Tel Aviv.
Warga Israel Mengungsi ke Bunker
Ketidakmampuan sistem Iron Dome dalam menangkal serangan masif ini memaksa ribuan warga Tel Aviv dan kota-kota lain di Israel mengungsi ke tempat-tempat penampungan darurat. Mayoritas bunker berlokasi di ruang bawah tanah gedung-gedung pemerintahan dan apartemen.
Media lokal Israel melaporkan pemandangan dramatis warga yang berbondong-bondong menuruni tangga menuju bunker, lengkap dengan barang bawaan dan hewan peliharaan. Kepanikan terlihat jelas di wajah-wajah penduduk yang sebelumnya merasa aman di balik tembok pertahanan Iron Dome.
Iran: Ini Bentuk Pembelaan Diri
Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan besar-besaran ini merupakan tindakan pembelaan diri atas agresi yang dilakukan oleh koalisi Israel-Amerika Serikat. Serangan balasan ini dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan pasukan Israel dan AS sebelumnya.
Juru bicara militer Iran dalam pernyataan resminya menegaskan, “Kami tidak akan pernah berhenti. Dalam perang 12 hari ini, kami yang melakukan tembakan terakhir setelah mereka memulai agresi. Jika mereka menyerang dua kali, kami akan membalas. Mereka yang memulai, kami yang akan memberikan respons akhir.”
Pejabat Iran juga menyinggung adanya upaya gencatan senjata yang gagal karena, menurutnya, pihak Israel dan sekutunya tidak menunjukkan itikad baik.
AS Kirim Armada Tempur
Merespons eskalasi konflik, Komando Pusat Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman jet-jet tempur yang lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln. Meski lokasi dan tanggal pasti belum dapat diverifikasi, dipercaya armada tersebut disiapkan untuk operasi balasan terhadap Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan tengah membangun koalisi internasional untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur perdagangan minyak dunia. Selat strategis ini menjadi titik krusial yang dapat mempengaruhi pasokan energi global.
Dua Petinggi Iran Tewas
Di tengah gempuran balasan, dua pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi. Kematian kedua tokoh penting ini diperkirakan akan semakin memanas hubungan Tehran dengan blok Barat dan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Situasi di wilayah konflik terus memburuk dengan belum adanya tanda-tanda de-eskalasi dari kedua belah pihak. Masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata segera untuk mencegah korban sipil yang terus berjatuhan.
Redaksi terus memantau perkembangan situasi konflik Israel-Iran. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan seiring berjalannya waktu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.