Laksmi menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang diplomasi seremonial. UNFF21 adalah ruang nyata untuk membangun konsensus global menuju pengelolaan hutan yang lebih bertanggung jawab, terukur, dan berpihak pada generasi mendatang.
Partisipasi Indonesia dalam sidang ini juga dimanfaatkan secara strategis untuk memperlihatkan capaian pengelolaan kehutanan nasional di mata komunitas internasional. Upaya mempertahankan tutupan hutan, memperkuat tata kelola yang inklusif, serta mendorong akuntabilitas di setiap lini pengelolaan kawasan hutan menjadi poin-poin yang ditonjolkan delegasi Indonesia.
Raja Juli hadir bukan sendirian. Ia didampingi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Laksmi Wijayanti dan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan sebagai bagian dari delegasi resmi Republik Indonesia. Komposisi delegasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menempatkan kehutanan sebagai isu strategis, bukan sekadar urusan teknis kementerian.
Di tengah krisis iklim yang semakin nyata dan mendesak, pernyataan Indonesia di UNFF21 membawa pesan penting: negara dengan hutan tropis terluas kedua di dunia ini tidak sedang menunggu arahan global. Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, memilih untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam drama perubahan iklim yang sedang berlangsung.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.