Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog secara resmi melakukan pengiriman ekspor beras berkualitas super premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Beras bermerek BFood Nusantara ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah haji Indonesia selama beribadah di Tanah Suci.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah ekspor ini merupakan bukti nyata pencapaian kedaulatan pangan nasional. Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis di Gudang Perum Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu siang.
Acara pelepasan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Direktur Utama Perum Bulog, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Perdagangan, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dari Kementerian Haji dan Umrah.
Kualitas Premium dari Petani Lokal
Produk beras yang diekspor memiliki standar kualitas super premium yang berbeda dari beras konsumsi dalam negeri biasa. Beras ini diolah langsung dari hasil panen petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah melalui empat fasilitas pengolahan modern yang berlokasi di Serang, Mojokerto, Karawang, dan Subang.
Standar kualitas yang dicapai cukup tinggi, dengan tingkat butir pecah (broken) hanya mencapai sekitar 4 persen dan kadar air di bawah 14 persen, memenuhi kriteria beras premium internasional.
Momentum di Tengah Surplus Produksi
Menteri Pertanian menjelaskan bahwa ekspor ini dilakukan di tengah kondisi stok beras nasional yang mencapai 3,7 juta ton pada Maret 2025, jumlah tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Maret.
“Ini momentum yang sangat baik. Produksi dan stok kita saat ini sangat kuat. Kami sudah menjajaki beberapa negara tujuan ekspor seperti Arab Saudi, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. Ke depan, kami optimis volume ekspor bisa ditingkatkan lebih besar lagi,” ujar Andi Amran.
Khusus untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, pemerintah memproyeksikan pengiriman beras antara 20.000 hingga 50.000 ton, dengan kemungkinan perluasan ke negara-negara lain.
Strategi Penetrasi Pasar Internasional
Wakil Menteri Perdagangan menegaskan bahwa ekspor beras premium ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia semata. Pemerintah menargetkan produk ini menjadi pintu masuk (entry point) bagi beras Indonesia untuk dikenal oleh masyarakat internasional yang berada di Arab Saudi.
“Kami menargetkan produk ini khusus untuk jemaah haji kita. Namun harapannya, melalui kasus pertama ini, masyarakat dari berbagai negara yang berada di Saudi Arabia juga mulai mengenal kualitas beras Indonesia dan tertarik untuk mengonsumsinya,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi terobosan baru yang memberikan dampak positif bagi promosi produk pertanian Indonesia di pasar global. Ke depan, target pasar akan diperluas secara komersial untuk menyasar sekitar 2 juta jemaah umrah serta warga negara Indonesia yang menetap (mukimin) di Arab Saudi.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf telah memperkenalkan dan mempresentasikan Program Beras Haji Nusantara dalam rapat koordinasi terbatas tingkat menteri yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa total kebutuhan beras untuk 205.420 orang, yang terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas, mencapai 2.280 ton.
Keunggulan Harga Kompetitif
Selama ini, dapur penyedia layanan makanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 riyal per 40 kilogram, atau setara Rp17.000 per kilogram.
Melalui Program Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras Indonesia dapat menyentuh angka Rp16.000 per kilogram saat tiba di dapur penyedia layanan, sehingga lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara lain.
Dengan kombinasi kualitas premium dan harga yang lebih terjangkau, pemerintah optimis beras Indonesia dapat bersaing dan merebut pangsa pasar di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi yang merupakan destinasi ibadah bagi jutaan muslim dari seluruh dunia.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.