Di sisi barat kawasan, pos ditempatkan di Pintu Babussalam. Tiga pos tambahan melengkapi jaringan penjagaan ini, yakni di area WC3 arah Terminal Ajyad, di ATM Center Dar Al Tawhid, di arah Hotel Anjum, serta di Terminal Jabal Ka’bah. Selain sembilan pos tetap itu, petugas juga berjaga di titik-titik bayangan yang tersebar di area padat jamaah.

Pendekatan ini bukan tanpa dasar. PPIH mencatat dua area yang secara konsisten paling sering membuat jamaah kehilangan arah: jalur menuju Terminal Syib Amir dan akses menuju fasilitas toilet di kawasan Masjidil Haram. Keduanya tampak sederhana di peta, tetapi di lapangan, kepadatan dan banyaknya percabangan jalur berubah menjadi labirin yang menguras tenaga dan konsentrasi jamaah.

Petugas yang ditempatkan di setiap pos tidak sekadar berdiri sebagai penanda lokasi. Mereka aktif membantu jamaah yang tersesat untuk menemukan kembali rombongannya, memberikan pendampingan menuju titik tujuan, serta memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia dan mereka yang mudah panik dalam situasi terdesak.

Layanan pendampingan ini dirancang agar jamaah tidak hanya sekadar menemukan jalan pulang, tetapi tetap dalam kondisi tenang sehingga bisa melanjutkan ibadah tanpa gangguan psikologis yang berarti. Ketenangan batin jamaah dianggap sama pentingnya dengan keselamatan fisik mereka.