Pertemuan di Istana hari Selasa itu menjadi penanda penting: pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa target pertumbuhan lebih tinggi bukan sekadar harapan, melainkan agenda yang sedang aktif dikejar. Koordinasi lintas lembaga — dari kementerian teknis hingga otoritas moneter — menjadi kunci agar langkah-langkah ini tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bagi masyarakat luas, sinyal ini membawa harapan nyata. Pertumbuhan ekonomi yang akseleratif, jika dikelola dengan tepat, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang lebih luas, peningkatan daya beli, dan kestabilan harga yang lebih terjaga. Pemerintah kini menanggung beban pembuktian: apakah momentum ini bisa benar-benar dipertahankan hingga akhir tahun.

Yang jelas, Juni 2026 akan menjadi bulan yang krusial. Stimulus yang dijanjikan Purbaya akan menjadi ujian pertama apakah kebijakan ekspansif ini mampu menjaga laju pertumbuhan tetap di jalur akselerasi — atau justru kehilangan tenaga di tengah jalan.