Stimulus tersebut akan berjalan beriringan dengan koordinasi intensif bersama Bank Indonesia dalam menjaga kondisi likuiditas tetap sehat. Pemerintah ingin memastikan aktivitas ekonomi tidak kehilangan daya dorong di tengah berbagai tekanan yang masih membayangi perekonomian global.
Langkah lain yang tak kalah strategis adalah rencana diversifikasi sumber pembiayaan negara. Pemerintah berencana menerbitkan Panda bonds — obligasi yang diterbitkan di pasar keuangan Tiongkok dalam denominasi yuan — sebagai alternatif pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif dibanding instrumen berbasis dolar Amerika Serikat.
Langkah ini bukan semata soal mencari dana segar. Di baliknya terdapat ambisi lebih besar: mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS, sekaligus memperluas jaringan pembiayaan ke pasar Asia yang kian berpengaruh. Diversifikasi ini dinilai krusial untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.
Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi — mulai dari tekanan geopolitik hingga fluktuasi harga komoditas — pemerintah memilih untuk mengambil posisi ofensif, bukan defensif. Akselerasi pertumbuhan dijadikan momentum, bukan hanya dirayakan sebagai pencapaian sesaat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.