Bagi Prabowo, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak semata-mata diukur dari kehebatan individu di dalamnya. Ada faktor lain yang menurutnya jauh lebih menentukan, yaitu kemampuan untuk bekerja bersama sebagai sebuah tim. Prinsip ini ia pegang erat dan ia sampaikan dengan tegas di hadapan seluruh kabinetnya.

Presiden bahkan mengutip pelajaran dari ribuan tahun peradaban manusia untuk memperkuat argumennya. Menurutnya, individu yang biasa-biasa saja namun mampu berkolaborasi dengan baik akan menghasilkan pencapaian yang jauh lebih besar dibandingkan kumpulan orang-orang cemerlang yang tidak sanggup bekerja sama. Sebuah filosofi kepemimpinan yang sederhana, namun kuat.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di baliknya tersimpan pengakuan bahwa Kabinet Merah Putih, dengan segala komposisi dan dinamikanya, telah berhasil membangun kekompakan yang nyata. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjaga kesolidan sebuah tim sebesar itu.

Prabowo juga menekankan bahwa semangat pengabdian menjadi ruh dari seluruh kerja kabinet. Ia melihat bahwa setiap anggota telah memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka, bukan karena terpaksa, melainkan karena kesadaran bahwa tugas yang mereka emban adalah tugas untuk bangsa dan negara.

Apresiasi Presiden terasa bukan basa-basi. Ia memilih forum sidang kabinet paripurna sebagai panggung untuk menyampaikannya, sebuah momen resmi yang disaksikan seluruh jajaran pemerintahan. Langkah itu mengirimkan pesan yang jelas, bahwa penghargaan terhadap kerja keras adalah bagian dari budaya pemerintahan yang ingin ia bangun.



Follow Widget