PUNGGAWANEWS, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus menunjukkan kinerja positif dalam mendorong inovasi daerah. Hal ini ditandai dengan lonjakan signifikan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bulukumba tahun 2025 yang mencapai skor 62,10 dengan kategori inovatif dan menempati peringkat 90 secara nasional.
Capaian tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2024 yang berada pada skor 47,23 dengan peringkat 188 nasional. Dengan demikian, terjadi kenaikan lebih dari 100 persen dari sisi peringkat nasional, yang menempatkan Bulukumba sebagai salah satu daerah dengan peningkatan indeks inovasi tertinggi di Indonesia.
Data tersebut turut menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan talkshow bertajuk “Realitas Birokrasi dan Inovasi” yang digelar Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Gedung Pinisi Lantai 4, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Aldir Amin Daud selaku Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, serta Zulchaidir, S.Sos., MPA sebagai Kepala Bagian Umum Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Dalam forum tersebut, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan bahwa capaian inovasi tidak terlepas dari keberanian aparatur dalam menghadirkan terobosan baru.
“Jangan takut untuk berinovasi, meskipun kadang harus menabrak tembok atau melawan arus. Kuncinya adalah terus memperkaya pengetahuan dan memperkuat kolaborasi,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Aldir Amin Daud menyoroti pentingnya pendekatan inovatif dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa inovasi harus lahir dari kemauan untuk memecahkan masalah dengan cara-cara baru, berdasarkan pengalaman panjangnya di berbagai lembaga negara, mulai dari Komisi Pemilihan Umum hingga Kementerian Hukum.
Di sisi lain, Zulchaidir, S.Sos., MPA menegaskan bahwa kunci utama inovasi birokrasi terletak pada perubahan pola pikir aparatur.
“ASN harus mau keluar dari zona nyaman, salah satunya dengan menghadirkan inovasi yang benar-benar memberi dampak bagi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan Pameran Inovasi Pinisi 2024 yang menampilkan hasil aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2024 di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN RI. Pameran ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh alumni Latsar, yang sebelumnya kegiatan serupa umumnya hanya diikuti oleh alumni pelatihan kepemimpinan.
Melalui capaian ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba dinilai berhasil membangun ekosistem inovasi yang terkelola dengan baik dan berkelanjutan. Ke depan, inovasi diharapkan tidak hanya menjadi indikator kinerja, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.