Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi melalui pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) tingkat kabupaten tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 April 2026 di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Sinjai ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Audit ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi kasus, tetapi juga wadah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menegaskan bahwa AMPSR memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi seluruh pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Selain lintas sektor, kami juga mendorong agar setiap fasilitas kesehatan menjalin kemitraan dengan kelompok di desa, seperti kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal untuk memperkuat edukasi serta deteksi dini risiko pada ibu dan bayi,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi, khususnya dalam keterampilan klinis, ketepatan diagnosis, serta penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Kolaborasi yang terbangun, baik lintas sektor maupun berbasis masyarakat desa, diharapkan mampu memperkuat sistem rujukan, mempercepat penanganan kasus, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan ini melibatkan berbagai tenaga medis, mulai dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis anak, dokter anestesi, hingga bidan, perawat, serta tim AMPSR dari Dinas Kesehatan dan RSUD Sinjai.
Melalui pelaksanaan AMPSR ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.