Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyebut kehadiran dashboard ini sebagai wujud transformasi layanan haji berbasis data. Menurutnya, sistem yang terintegrasi ini memungkinkan pemantauan layanan dilakukan secara lebih efektif dari berbagai lini.

“Dashboard ini kami hadirkan agar publik, keluarga jemaah, dan media dapat dengan mudah mengakses informasi terkini terkait penyelenggaraan haji,” ujar Hasan di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Fitur pencarian data jemaah menjadi salah satu yang paling relevan bagi keluarga di Indonesia. Cukup dengan memasukkan identitas jemaah, keluarga dapat mengetahui posisi, kondisi, hingga status layanan yang diterima oleh anggota keluarga mereka yang tengah berhaji.

Kemenhaj menegaskan bahwa dashboard ini dirancang tidak hanya untuk keperluan pemantauan internal, tetapi juga sebagai sarana komunikasi publik yang terbuka. Media, peneliti, hingga masyarakat umum dapat memanfaatkannya sebagai sumber data resmi penyelenggaraan haji 2026.