Appi juga mendorong pembangunan TPS 3R—Reduce, Reuse, Recycle—di wilayah Panampu sebagai penopang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar kawasan padat seperti Tallo memiliki fasilitas pengolahan yang dekat dan mudah diakses warga.
Tak hanya plastik, Makassar juga menggarap sisi organik dari masalah sampahnya. Pemerintah kota mengembangkan konsep pertanian lahan sempit berbasis kompos di tingkat kelurahan hingga rukun warga. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah teba modern—metode pengolahan sampah organik melalui sistem lubang kompos yang bisa dipanen dalam lima hingga enam bulan.
“Pupuk kompos ini kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk bertani di lahan-lahan sempit, sehingga setiap sudut kota yang tidak terpakai bisa menjadi produktif,” ungkap Appi.
Program budidaya maggot turut dikembangkan sebagai solusi alternatif. Satu kilogram maggot diklaim mampu mengurai hingga lima kilogram sampah organik, sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis tersendiri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.