“Ini program yang patut diapresiasi karena membuktikan bahwa dengan hadirnya BAZNAS, kalau terkoordinasi dengan baik, sumbangan-sumbangan masyarakat pemanfaatannya akan kembali kepada masyarakat,” kata Ratnawati di hadapan para peserta.

Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Selama ini, pengelolaan zakat di daerah kerap menjadi sorotan karena distribusinya dinilai kurang tepat sasaran. Sinjai tampaknya berupaya membuktikan bahwa model koordinasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS bisa berjalan efektif.

Ratnawati juga berharap bantuan yang tersalurkan bukan hanya menjawab kebutuhan sesaat, melainkan memicu perubahan jangka panjang bagi para penerimanya. Prinsip yang ia tekankan sederhana namun bermakna dalam.

“Diharapkan dampaknya itu dari, oleh, dan untuk masyarakat. Termasuk pemberian bantuan bibit porang ini,” tambahnya.

Ketua BAZNAS Sinjai, H. M. Tahir, turut hadir mendampingi bupati selama rangkaian penyerahan bantuan dari jalur BAZNAS berlangsung. Kehadirannya menegaskan komitmen lembaga untuk memastikan distribusi bantuan berjalan transparan dan akuntabel.



Follow Widget