BAZNAS Sinjai hadir dengan paket bantuan yang lebih beragam. Lembaga pengelola zakat itu menyalurkan bantuan melalui sejumlah skema: bibit porang dalam program lumbung pangan, modal usaha Z-Mart, dukungan usaha otomotif melalui Z-Auto, perbaikan rumah, beasiswa penyelesaian studi, hingga 80 paket sembako untuk warga yang membutuhkan.

Khusus untuk program lumbung pangan BAZNAS, bibit porang disebar ke tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Sinjai Borong. Desa Barambang menjadi yang terbanyak dengan 10 penerima. Sementara Desa Bijinangka, Kelurahan Pasir Putih masing-masing mendapat empat penerima. Tiga desa lainnya, yakni Desa Kassi Buleng, Desa Bonto Tengnga, Desa Bonto Sinala, dan Desa Batu Belerang, masing-masing mendapat tiga penerima.

Program Z-Mart menyentuh dua penerima: Siwa dari Desa Bonto Sinala dan Satriani dari Desa Biji Nangka. Keduanya akan mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha warung atau minimarket skala kecil. Sementara bantuan Z-Auto diberikan kepada satu orang untuk mengembangkan usaha di bidang otomotif.

Tati, warga Desa Barambang, menjadi penerima bantuan perbaikan rumah. Satu orang lainnya mendapat bantuan penyelesaian studi, sebuah dukungan yang kerap menjadi penentu nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah terpencil.

Di hadapan para penerima bantuan, Bupati Ratnawati Arif tak menyembunyikan apresiasinya terhadap kinerja BAZNAS Sinjai. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terkoordinasi adalah kunci agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan yang berhak.



Follow Widget