Di sisi masyarakat, pendidikan politik juga dinilai perlu diperkuat secara konsisten. Pemilih yang rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi adalah prasyarat penting bagi tumbuhnya demokrasi yang substansial, bukan sekadar demokrasi prosedural lima tahunan.

Bamsoet mengingatkan bahwa para pendiri bangsa sejak awal telah memilih demokrasi Pancasila sebagai jalan tengah terbaik — sebuah sistem yang tidak hanya mengandalkan mekanisme pemilihan, tetapi berakar pada nilai-nilai luhur yang hidup dalam jiwa bangsa.

Esensi demokrasi, baginya, adalah keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Keseimbangan yang mustahil tercapai bila partai politik — sebagai salah satu pilar utama demokrasi — masih bergerak dalam logika transaksional dan kehilangan arah ideologisnya.

Tanpa pembenahan yang serius dan menyeluruh terhadap sistem kepartaian, demokrasi Indonesia berisiko terjebak dalam rutinitas elektoral yang ramai namun kosong makna. Bamsoet meyakini, hanya dengan partai yang sehat, demokrasi Pancasila bisa benar-benar kokoh dan relevan menjawab tantangan masa depan.