Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah mengunci pasokan minyak mentah untuk kebutuhan nasional sepanjang sisa tahun ini, sekaligus menutup rapat kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebelum tutup buku 2025.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 April, sehari setelah dirinya menerima arahan langsung dari Presiden. Ia menyebut pengamanan pasokan crude dimulai dari bulan ini hingga Desember mendatang. “Kita nggak perlu risau,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Bahlil turut memastikan cadangan energi nasional berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah, mencakup solar, bensin, hingga LPG. Ia menyampaikan hal itu sebagai jaminan kepada publik agar tidak terpancing spekulasi kelangkaan di tengah gejolak pasar energi global yang belum mereda.

Soal strategi pengadaan, Bahlil mengisyaratkan pemerintah akan berburu harga terbaik di pasar internasional, dengan komitmen agar biaya pembelian tidak melampaui harga pasar yang berlaku.

Yang paling ditunggu pasar, Bahlil secara tegas menutup ruang kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. Ia menambahkan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih mampu menanggung tekanan sekalipun harga minyak dunia melonjak hingga 100 dolar AS per barel. Adapun rata-rata harga Indonesian Crude Price saat ini masih bertengger di bawah 77 dolar.

Namun jaminan itu menyimpan catatan yang tak bisa diabaikan. Ruang fiskal yang disebut Bahlil masih tersedia itu sesungguhnya tipis. Indonesia hingga kini masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari, sebuah ketergantungan struktural yang membuat stabilitas harga domestik tetap tersandera oleh pergerakan harga minyak di pasar global. Selama fondasi itu belum berubah, janji harga stabil hanya akan bertahan selama harga dunia tidak tiba-tiba melonjak.



Follow Widget