Summarize the post with AI

SIDRAP, PUNGGAWANEWS — Waktu terasa berhenti sejenak ketika La dalle Abdullah, 61 tahun, akhirnya menginjakkan kaki di jalur keberangkatan menuju Mekah. Bukan karena perjalanan itu mudah — justru sebaliknya. Di balik langkah pelan pria kelahiran 1965 itu tersimpan kisah panjang yang dimulai dari jalanan berdebu, kemudi truk pengangkut gabah, dan lembaran uang receh yang dikumpulkan satu per satu selama puluhan tahun.

La dalle tergabung dalam Kelompok Terbang 2 Embarkasi Makassar, bersama 387 jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang tahun ini mendapat giliran berangkat ke tanah suci.

Niat untuk berhaji sudah bersemayam dalam diri La dalle sejak era 1980-an, ketika ia masih muda dan menghabiskan hari-harinya di balik kemudi truk. Penghasilannya kala itu sangat terbatas — hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun dari penghasilan yang tak seberapa itu, ia selalu menyisihkan sedikit, sekadar seribu atau dua ribu rupiah, yang kemudian ia masukkan ke dalam tabungan dengan satu tekad: naik haji.

“Dari tahun 80-an kita sudah menabung. Gaji sedikit, seribu, dua ribu dikumpul,” ungkapnya dengan logat khas Sulawesi Selatan yang kental.



Follow Widget