JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Pemerintah bergerak cepat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan sebanyak 5.000 data keluarga prasejahtera telah rampung diverifikasi dan siap menjadi penerima program bedah rumah—sebuah langkah konkret dalam upaya negara memangkas kemiskinan ekstrem yang masih membelit jutaan warga Indonesia.
Kepastian itu disampaikan Saifullah pada Senin, 11 Mei 2025. Ia menegaskan bahwa data yang telah terkumpul sudah melalui proses ground check lapangan dan dinyatakan memenuhi syarat. “Yang sekarang sudah clean and clear itu adalah 5 ribu data keluarga prasejahtera,” ujarnya.
Namun pekerjaan rumah belum selesai. Dari target 10.000 rumah tidak layak huni yang ingin direnovasi pemerintah sepanjang tahun ini, separuh datanya masih dalam proses pendataan. Mensos menegaskan proses itu berjalan bertahap dan akan segera tuntas.
Program bedah rumah ini bukan sekadar urusan bata dan semen. Ada filosofi yang lebih dalam di baliknya: memastikan anak-anak dari keluarga miskin yang bersekolah di Sekolah Rakyat tidak pulang ke rumah yang retak, bocor, dan tak layak dihuni. Pemerintah ingin lingkaran kemiskinan diputus bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga dari kondisi tempat tinggal.
“Di mana anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis Presiden yang lain,” kata Saifullah. Salah satu dukungan itu adalah renovasi atau pembangunan rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat yang huniannya belum memenuhi standar kelayakan.
Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Inpres tersebut menjadi payung hukum sekaligus amanat bagi seluruh kementerian terkait untuk bergerak terpadu.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman pun turut angkat bicara. Menteri Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyebut program renovasi ini masuk dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS—program unggulan kementeriannya yang dirancang khusus untuk mereka yang sudah memiliki rumah, tetapi kondisinya jauh dari layak.
Ara menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada sektor perumahan rakyat ini. Anggaran untuk bedah rumah disebut meningkat secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
“Bapak Presiden sangat memprioritaskan perumahan dengan menaikkan secara signifikan anggaran untuk bedah rumah, yaitu ditujukan bagi rakyat yang sudah punya rumah, tapi belum layak huni,” kata Ara.
Mekanisme pelaksanaannya dirancang lintas kementerian. Kementerian Sosial bertugas menghimpun dan memverifikasi data penerima bantuan, kemudian menyerahkan daftar tersebut kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selanjutnya, Kementerian PKP yang akan mengeksekusi pembangunan dan renovasi di lapangan.
Pembagian peran ini menunjukkan bahwa program bedah rumah bukan kerja satu institusi. Ini adalah kolaborasi antar-kementerian yang dirancang agar tidak ada celah antara pendataan dan realisasi di lapangan.
Bagi ribuan keluarga yang selama ini hidup di bawah atap yang rapuh, program ini bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Ini adalah harapan nyata—bahwa negara hadir bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam dinding yang kokoh dan lantai yang tidak lagi berlubang.
Sementara proses pendataan 5.000 keluarga berikutnya terus bergulir, pemerintah menargetkan seluruh tahapan rampung dalam tahun ini. Sebuah janji yang kini tengah diuji oleh kecepatan birokrasi dan ketepatan data di lapangan.
FAQ
Apa itu program bedah rumah yang sedang dijalankan pemerintah? Program bedah rumah adalah inisiatif pemerintah untuk merenovasi atau membangun ulang hunian tidak layak huni milik keluarga prasejahtera, yang dijalankan di bawah skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Siapa saja yang berhak menerima bantuan bedah rumah ini? Prioritas penerima adalah keluarga prasejahtera yang anaknya terdaftar sebagai siswa Sekolah Rakyat. Data penerima dikumpulkan dan diverifikasi oleh Kementerian Sosial melalui proses ground check lapangan.
Berapa target rumah yang akan direnovasi dan kapan selesai? Pemerintah menargetkan renovasi 10.000 rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Sebanyak 5.000 data penerima telah diverifikasi, sementara 5.000 data lainnya masih dalam proses pendataan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.