Yang membuat temuan ini kian serius, Sudaryono tidak menutup kemungkinan untuk menyerahkan kasus ini ke aparat penegak hukum. Ia menegaskan, jika ditemukan indikasi penipuan atau korupsi yang melibatkan pengelola SPPG maupun pihak yang terlibat dalam program MBG, maka langkah hukum tidak bisa dihindari.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa BGN tidak akan menganggap remeh pelanggaran yang terjadi. Program MBG yang sejak awal digadang-gadang sebagai warisan sosial pemerintahan Prabowo Subianto kini menghadapi ujian berat dari dalam.

Penyisiran SPPG ini sendiri mencakup ribuan titik lokasi di seluruh nusantara. Sudaryono menyebut, hingga saat ini pihaknya telah mengidentifikasi 14.414 dapur MBG yang beroperasi secara aktif. Dari jumlah tersebut, 414 di antaranya terbukti bermasalah dan menjadi sasaran penertiban.

Angka 414 SPPG bermasalah bukan angka kecil. Ini berarti sekitar tiga persen dari total dapur MBG yang terdaftar diduga tidak menjalankan fungsinya secara legitimate. Bila dibiarkan, potensi kerugian negara bisa jauh lebih besar dari yang sudah teridentifikasi.

Proses penyisiran, tegas Sudaryono, masih terus berjalan. BGN belum menyatakan investigasi ini selesai, dan sangat mungkin ada temuan-temuan tambahan yang akan muncul ke permukaan dalam waktu dekat. Ia berjanji akan terus memperbarui informasi kepada publik seiring berjalannya penyelidikan.



Follow Widget