Jabatannya tidak berhenti di sana. Darmawangsyah juga tercatat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia atau Provinsi Sulawesi Selatan. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu figur yang aktif di luar urusan legislatif dan eksekutif daerah, merambah dunia yang memiliki basis massa luas di Sulsel.
Latar belakang keluarganya pun tak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan adat di Gowa. Ia merupakan cucu dari H. Abdul Muin Karaeng Muntu—yang lahir dari pernikahan H. Alauddin Karaeng Ngemba dengan Hj. Balobo Tasning Daeng Ngugi. Balobo sendiri adalah saudari dari Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Haeruddin Tasning Daeng Toro, yang lebih dikenal dengan nama Letjen Hertasning—sosok militer yang namanya bahkan diabadikan sebagai nama jalan utama di Makassar.
Silsilah itu memberikan Darmawangsyah bukan sekadar nama keluarga yang disegani, tetapi juga tanggung jawab adat yang nyata. Ia menyandang gelar pemangku adat Anrong Guru Taeng, sebuah posisi dalam struktur adat Gowa yang dikenal pula sebagai Bali Empona Kesultanan Gowa. Jabatan ini diembannya sejak Agustus 2018, berfungsi sebagai dewan pertimbangan dalam tatanan adat Kesultanan Gowa yang masih terjaga hingga kini.
Di sisi kehidupan pribadinya, Darmawangsyah menikah dengan Andi Tenri Indah—seorang politisi yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Gowa dalam Pemilu 2019 dan kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa. Pasangan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana jaringan politik di tingkat lokal sering kali terjalin erat dengan ikatan keluarga.
Kini, dengan mandat sebagai Plt Bupati Gowa di tangannya, Darmawangsyah Muin menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus di tengah dinamika politik lokal yang masih bergerak. Kabupaten Gowa, dengan populasi yang besar dan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar, adalah salah satu daerah dengan bobot strategis tinggi di Sulawesi Selatan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.