IPB Ingatkan Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Di balik peluang besar itu, Alim mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dikelola secara serius. Beban sumber daya kampus, tantangan operasional pada skala besar, hingga pergeseran peran kampus menjadi terlalu teknis-operasional menjadi ancaman nyata jika tata kelola tidak dipersiapkan dengan matang.
“Tanpa tata kelola yang kuat, efektivitas program bisa menurun,” tegas Alim dalam keterangan kepada Bloomberg Technoz, Jumat (1/5).
Saat ini, IPB masih berfokus menjalankan peran sebagai Center of Excellence (CoE) untuk program PPG-MBG, sesuai penugasan dari Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan UNICEF dan Badan Gizi Nasional. Peran ini menitikberatkan pada penjaminan kualitas, keamanan pangan, serta pengembangan desain ekosistem pangan dari hulu ke hilir.
IPB menegaskan bahwa fungsi CoE tidak berhenti pada operasional dapur, tetapi mencakup pengembangan standar dan model yang dapat diadopsi SPPG lain di seluruh Indonesia. Dengan posisi strategis ini, kampus diharapkan tetap memberikan kontribusi berarti tanpa kehilangan jati dirinya sebagai institusi pendidikan dan penelitian.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.