Di balik angka pertumbuhan yang impresif itu, ada data investasi yang tak kalah mencolok. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi Jawa Barat pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp76,8 triliun—setara 15,4 persen dari total investasi nasional. Angka ini menegaskan posisi Jawa Barat sebagai primadona investasi Indonesia.
Sektor manufaktur dan jasa menjadi dua penggerak utama yang mendominasi arus investasi masuk ke provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini. Infrastruktur dan industri padat karya turut menjadi tulang punggung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Herman Suryatman, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja satu pihak saja. Harmonisasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, DPRD, dan Forkopimda menjadi kunci keberhasilan yang tak bisa diabaikan—semuanya bergerak di bawah arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
Ke depan, fokus pemerintah provinsi diarahkan pada penguatan investasi dan percepatan proses perizinan melalui mekanisme debottlenecking. Penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor tetap menjadi prioritas utama yang tak bisa dikompromikan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.