Pernyataan Prabowo di Tuban bukan yang pertama soal pangan. Sejak awal pemerintahannya, ia konsisten mendorong program-program yang memperkuat produksi domestik. Kunjungannya ke berbagai daerah penghasil pangan mencerminkan komitmen yang bukan sekadar tercantum dalam dokumen kebijakan, tetapi diwujudkan dalam kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Kabupaten Tuban sendiri merupakan salah satu lumbung pertanian di Jawa Timur. Kehadiran Presiden di sana membawa sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak hanya memandang pangan dari Jakarta, tetapi turun ke akar rumput — mendengar, melihat, dan merasakan tantangan yang dihadapi para petani setiap harinya.
Di tengah berbagai tekanan global — mulai dari perubahan iklim yang mengguncang pola tanam hingga volatilitas harga pangan internasional — pesan Prabowo terasa semakin relevan. Negara yang tidak berdaulat di bidang pangan akan selalu rentan terhadap guncangan dari luar, baik berupa krisis ekonomi maupun tekanan geopolitik.
Prabowo menutup pesannya dengan seruan yang bersifat moral sekaligus strategis. Siapa pun yang mencintai Indonesia dan ingin melihatnya bertahan melewati zaman, harus menjadikan ketahanan pangan sebagai agenda utama — bukan pelengkap, bukan nomor dua, tetapi fondasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.