Gambaran yang diinginkan Presiden cukup konkret: setiap daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten, idealnya memiliki tim ahli dari kampus yang berperan layaknya asisten bagi kepala daerah. Tim itulah yang nantinya diminta turun tangan mencarikan solusi atas berbagai persoalan teknis di lapangan.
“Bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-backup oleh kampus, peneliti, guru besar yang bidangnya terkait—seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah, dan sebagainya,” jelas Brian.
Sebagai respons atas arahan tersebut, Kemendiktisaintek akan segera mengonsolidasikan perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia. Langkah ini bertujuan membentuk tim-tim ahli yang siap menjadi mitra strategis bagi kepala daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan lokal.
Langkah ini sejalan dengan inisiatif “Kemdiktisaintek Berdampak” yang selama ini didorong kementerian—sebuah program yang menghendaki agar kegiatan pendidikan dan penelitian tidak hanya bergulir di dalam kampus, melainkan benar-benar menyentuh dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.