Pesan-pesan yang disampaikan Bupati Sinjai itu terasa dirancang untuk bertahan lama di benak para alumni. Ia berpesan agar lulusan MAN 2 Sinjai menjadi pembelajaran yang tidak pernah berhenti, seseorang yang tidak hanya mencari kerja tetapi juga sanggup menciptakan peluang, sekaligus menjadi teladan yang baik di lingkungan sekitarnya.
Namun kalimat yang paling tajam, yang kemungkinan besar akan diingat paling lama, adalah pesan soal jatuh dan bangkit. Ratnawati tidak menggambarkan kesuksesan sebagai jalan yang mulus. Ia justru memvalidasi rasa takut dan cemas yang wajar dirasakan siapa pun yang baru memasuki babak baru hidupnya.
“Perjalanan kalian baru saja dimulai. Rasa takut dan cemas itu wajar. Tapi ingat, para pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang bangkit lebih kuat setiap kali jatuh,” ujar Ratnawati, disambut hening yang terasa penuh penghayatan.
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang seolah merangkum seluruh filosofi pendidikan berbasis karakter. Bahwa ukuran kebanggaan bukan terletak pada gelar yang tertulis di ijazah, melainkan pada karya yang dihasilkan dan akhlak yang dijalani dalam keseharian.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.