SINJAI, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto mengukir tonggak baru dalam sejarah ekonomi kerakyatan Indonesia. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, ia meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara serentak di seluruh penjuru negeri — sebuah pencapaian yang disebutnya lahir dari konsep hingga wujud nyata dalam waktu kurang dari satu tahun.

Peresmian dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan disaksikan secara virtual oleh ribuan peserta dari berbagai daerah. Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, momen bersejarah itu diikuti dari Koperasi Desa Merah Putih Lappa Cinrana, Kecamatan Bulupoddo — salah satu dari sekian titik yang menjadi bagian dari gerakan ekonomi desa terbesar dalam sejarah koperasi nasional.

Suasana di Lappa Cinrana tampak khidmat namun penuh semangat. Bupati Sinjai Ratnawati Arif mengikuti peluncuran secara daring didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa. Turut hadir Kasrem 141/Toddopuli, pimpinan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Bulupoddo, Kepala Desa Lappa Cinrana, hingga tokoh-tokoh masyarakat setempat yang menyaksikan langsung momen bersejarah ini.

Dari Nganjuk, suara Presiden Prabowo mengalir tegas melalui layar ke seluruh pelosok Indonesia. Ia menegaskan bahwa koperasi desa bukan sekadar program seremonial, melainkan instrumen nyata untuk membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput.

“Hari ini kita resmikan operasionalisasi 1.061 koperasi. Mulai dari konsep hingga terwujud berlangsung kurang dari satu tahun. Bahkan pembangunan fisiknya dimulai sekitar November 2025,” kata Prabowo dengan nada yang mencerminkan kebanggaan sekaligus tantangan ke depan.

Pernyataan itu bukan sekadar angka. Di balik 1.061 koperasi yang kini resmi beroperasi, tersimpan ribuan jam kerja, rapat-rapat di desa, dan tekad kolektif untuk membuktikan bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah — bukan hanya dari kebijakan di atas kertas.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari arsitektur kebijakan nasional yang lebih besar. Pemerintah merancangnya sebagai tulang punggung distribusi pangan lokal, katalis pengembangan UMKM berbasis komunitas, sekaligus jembatan bagi masyarakat desa untuk mengakses pasar dan modal usaha yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.

Di Sinjai, semangat itu disambut dengan antusias. Sekda Andi Jefrianto Asapa menyebut peluncuran KDMP sebagai momentum yang sudah lama ditunggu — sebuah kesempatan untuk membuktikan bahwa gotong royong bukan hanya slogan, melainkan fondasi nyata pembangunan ekonomi desa.

“Ini menjadi awal operasional koperasi desa dan kelurahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sinjai. Kami berharap koperasi yang sama segera terbentuk di wilayah lainnya dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Andi Jefrianto tak hanya berbicara tentang harapan. Ia juga memandang keberadaan koperasi di tingkat desa sebagai mesin penggerak ekonomi lokal yang selama ini sering absen dari kalkulasi pembangunan daerah. Dengan adanya wadah resmi berbasis komunitas, masyarakat desa kini memiliki platform untuk bersaing secara lebih setara dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Harapan kami, koperasi ini dapat menjadi penyangga ekonomi warga karena dibangun atas dasar kebersamaan dan gotong royong. Dengan begitu, roda perekonomian desa dapat tumbuh lebih kuat,” tambahnya.

Koperasi Desa Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan-pinjam konvensional. Pemerintah memposisikannya sebagai ekosistem ekonomi terpadu yang menghubungkan petani, pedagang kecil, pengrajin lokal, dan konsumen dalam satu rantai nilai yang saling menopang. Dalam jangka panjang, keberadaan koperasi ini diharapkan bisa menekan ketergantungan desa pada tengkulak dan distribusi barang dari luar yang kerap memangkas keuntungan warga lokal.

Yang menarik dari peluncuran ini adalah kecepatannya. Dari tahap perencanaan hingga ribuan koperasi berdiri dan siap beroperasi, pemerintah hanya membutuhkan waktu kurang dari dua belas bulan — sebuah rekor yang jarang terlihat dalam tata kelola program nasional di Indonesia. Ini menjadi sinyal bahwa ada keseriusan politik di balik program ini, bukan sekadar proyek yang terjebak dalam labirin birokrasi.

Bagi masyarakat Desa Lappa Cinrana dan sekitarnya di Bulupoddo, kehadiran KDMP membuka babak baru. Selama ini, akses terhadap modal usaha dan jaringan distribusi menjadi hambatan klasik bagi pelaku ekonomi kecil di pedesaan. Dengan koperasi yang kini berdiri resmi dan memiliki dukungan pemerintah daerah, hambatan itu diharapkan perlahan terkikis.

Pemerintah Kabupaten Sinjai pun menyatakan komitmennya untuk mendorong replikasi program ini ke seluruh desa dan kelurahan yang belum terjangkau. Dalam pandangan Bupati Ratnawati Arif, keberhasilan satu koperasi bisa menjadi contoh hidup bagi desa-desa lain yang sedang menunggu giliran.

Peresmian KDMP pada 16 Mei 2026 bukan akhir dari sebuah program — ia adalah garis start dari perlombaan panjang membangun ekonomi desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. Dan Sinjai, lewat Lappa Cinrana, telah mengambil langkah pertamanya.

FAQ

Apa itu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diresmikan Presiden Prabowo? KDMP adalah program nasional pemerintah Indonesia yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan melalui sistem koperasi. Program ini mencakup distribusi pangan, pengembangan UMKM, dan perluasan akses usaha bagi masyarakat desa.

Berapa jumlah koperasi yang diresmikan dan di mana pusatnya? Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diresmikan secara serentak pada 16 Mei 2026, dengan pusat acara di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara virtual oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Bagaimana Kabupaten Sinjai terlibat dalam peresmian KDMP ini? Sinjai mengikuti peresmian secara virtual dari Koperasi Desa Merah Putih Lappa Cinrana, Kecamatan Bulupoddo. Kegiatan dihadiri Bupati Ratnawati Arif, Sekda Andi Jefrianto Asapa, unsur Forkopimda, dan tokoh masyarakat setempat.