Summarize the post with AI

Namun perubahan terjadi seiring bertambahnya kekayaan. Qarun mulai lalai, meninggalkan ibadah, dan sibuk mengurus hartanya. Ia bahkan menolak mengakui bahwa kekayaan itu merupakan anugerah dari Tuhan, dan menganggap semua diperoleh semata karena kecerdasan serta kerja kerasnya.

Kesombongan itu semakin nyata ketika ia memamerkan kekayaannya kepada publik. Ia menggelar pesta mewah, mengenakan pakaian berkilau, dan berparade dengan kemegahan yang memancing decak kagum sebagian orang. Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan bahwa kekayaan tersebut hanyalah ujian.

Ketika perintah zakat disampaikan melalui Nabi Musa, Qarun menolaknya mentah-mentah. Ia bahkan menertawakan nasihat yang diberikan, serta merendahkan kaumnya sendiri. Berbagai peringatan telah disampaikan, baik oleh Nabi Musa maupun para tetua Bani Israel, namun semuanya diabaikan.

Hingga akhirnya, peringatan terakhir pun datang. Qarun tetap bersikukuh dalam kesombongannya. Tak lama setelah itu, bumi bergetar hebat. Tanah di sekitar kediamannya terbelah, menelan istana megah beserta seluruh harta yang ia banggakan. Qarun pun ikut tenggelam tanpa ada yang mampu menolongnya.



Follow Widget