Maria menegaskan bahwa sistem ini mengakhiri era pengawasan manual yang rentan terhadap keterlambatan informasi. Seluruh data kini mengalir secara real-time ke satu pusat kendali, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis fakta lapangan.

“Dengan sistem ini, pengawasan tidak lagi hanya dilakukan secara manual, tetapi berbasis data dan informasi yang terintegrasi. Tujuannya jelas, agar setiap layanan dapat dipantau lebih dekat dan setiap kendala dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” lanjut Maria.

Menjelang fase puncak haji—yang mencakup wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta pelemparan jumrah di Mina—Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual.

Fase ini adalah yang paling menguras tenaga sepanjang perjalanan haji. Jemaah akan menempuh perjalanan panjang, berdesakan di antara jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, di bawah terik matahari Arab Saudi yang bisa menembus 40 derajat Celsius lebih.