Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran belakangan mengumumkan rencana keamanan baru yang dirancang untuk mencegah senjata dan pasokan militer melintas melalui selat tersebut menuju pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan. Langkah ini langsung memperumit perundingan antara kedua negara yang sebelumnya sudah berjalan alot.
Bagi Washington, pergerakan bebas kapal di Selat Hormuz adalah garis merah. Bagi Teheran, jalur itu adalah kartu terkuat yang mereka miliki.
Donald Trump sebelumnya memperkenalkan apa yang disebut Project Freedom—sebuah operasi untuk memastikan kapal-kapal dapat melintas bebas di Selat Hormuz tanpa hambatan dari Iran. Namun pada Selasa, 5 Mei 2025, Trump mengumumkan keputusan mengejutkan: operasi itu ditangguhkan sementara.
“Project Freedom akan dihentikan untuk waktu singkat guna melihat apakah perjanjian dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump di media sosialnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.