Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sinjai, Fachriandi Matoa, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-462 harus dimaknai lebih dari sekadar ritual seremonial belaka. Menurutnya, usia 462 tahun merupakan refleksi perjalanan panjang yang mencerminkan kedewasaan sebuah daerah sekaligus menjadi pengingat untuk memacu laju pembangunan yang lebih konkret dan menyentuh kehidupan rakyat di Bumi Panrita Kitta.
Politisi Partai Gerindra ini memandang momentum bersejarah tersebut sebagai peluang strategis untuk mempererat kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam membangun Sinjai yang lebih maju.
Dalam pandangannya, peringatan hari jadi merupakan bentuk penghargaan terhadap jejak perjuangan para pendahulu sambil tetap menyiapkan fondasi yang kokoh untuk generasi mendatang. Fachriandi menegaskan bahwa konsep pembangunan tidak boleh terjebak pada pencapaian infrastruktur semata, melainkan harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Angka 462 tahun merupakan rentang waktu yang sangat panjang. Esensinya bukan lagi sekadar bagaimana kita bertahan hidup, tetapi bagaimana kita mampu melakukan lompatan besar. Kami menginginkan Sinjai tumbuh menjadi kabupaten yang berdikari dan mampu bersaing dengan daerah lain di Sulawesi Selatan,” tegas Fachriandi saat ditemui pada Jumat (27/2/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai salah satu pucuk pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Fachriandi menguraikan sejumlah agenda prioritas yang menjadi fokus perhatiannya dalam menyambut HJS tahun ini.
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia berkomitmen memastikan generasi muda Sinjai memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Kedua, penguatan kemandirian ekonomi. Fachriandi mendorong agar sektor pertanian dan perikanan—yang selama ini menjadi soko guru perekonomian rakyat—dapat ditransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan produktif melalui sentuhan teknologi dan inovasi.
Ketiga, harmonisasi kebijakan publik. Ia memastikan bahwa setiap produk hukum yang dihasilkan di ruang sidang DPRD benar-benar mencerminkan aspirasi dan kepentingan mayoritas masyarakat, bukan kelompok tertentu.
Lebih lanjut, Fachriandi mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sinjai untuk mengesampingkan perbedaan dan menyatukan energi demi satu visi bersama: kemajuan daerah. Ia optimistis bahwa Sinjai memiliki potensi luar biasa yang siap digali asalkan dikelola dengan penuh integritas, transparansi, dan etos kerja tinggi.
“Peringatan HJS ke-462 ini harus menjadi titik tolak kita untuk kembali menyatukan semangat gotong royong dan kebersamaan. Partai Gerindra, khususnya saya sebagai anggota DPRD, akan terus konsisten menjalankan peran sebagai jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah demi terwujudnya Sinjai yang lebih sejahtera,” tutupnya dengan nada penuh harapan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.