SINJAI, PUNGGAWANEWS – Ratusan warga Kecamatan Sinjai Borong menerima bantuan langsung dari tangan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, Rabu (07/10/2026). Bantuan yang disalurkan bukan sekadar bingkisan, melainkan modal nyata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Sinjai itu.
Bertempat di Aula Kantor Camat Sinjai Borong, penyerahan bantuan berlangsung dengan disaksikan langsung oleh Camat Sinjai Borong, Muh. Azharuddin Al Anshari. Suasana terasa hangat saat satu per satu penerima maju mengambil bagian bantuan yang telah disiapkan.
Dua lembaga menjadi motor penggerak penyaluran bantuan hari itu: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sinjai serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sinjai. Keduanya membawa program yang saling melengkapi, dari sektor pertanian hingga pemberdayaan usaha mikro.
Melalui DTPHP, sebanyak 30 warga mendapatkan bibit porang dengan total 600 kilogram. Masing-masing penerima memperoleh jatah 20 kilogram bibit siap tanam. Kepala DTPHP Kabupaten Sinjai, H. Kamaruddin, turut hadir mendampingi bupati dalam penyerahan bantuan tersebut.
Porang sendiri bukan tanaman sembarangan. Komoditas umbi-umbian ini tengah naik daun di pasar ekspor karena permintaan tinggi dari industri pangan dan farmasi di Asia Timur. Dengan kondisi geografis Sinjai Borong yang berada di dataran tinggi, kawasan ini dinilai cocok untuk pengembangan porang secara serius.
BAZNAS Sinjai hadir dengan paket bantuan yang lebih beragam. Lembaga pengelola zakat itu menyalurkan bantuan melalui sejumlah skema: bibit porang dalam program lumbung pangan, modal usaha Z-Mart, dukungan usaha otomotif melalui Z-Auto, perbaikan rumah, beasiswa penyelesaian studi, hingga 80 paket sembako untuk warga yang membutuhkan.
Khusus untuk program lumbung pangan BAZNAS, bibit porang disebar ke tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Sinjai Borong. Desa Barambang menjadi yang terbanyak dengan 10 penerima. Sementara Desa Bijinangka, Kelurahan Pasir Putih masing-masing mendapat empat penerima. Tiga desa lainnya, yakni Desa Kassi Buleng, Desa Bonto Tengnga, Desa Bonto Sinala, dan Desa Batu Belerang, masing-masing mendapat tiga penerima.
Program Z-Mart menyentuh dua penerima: Siwa dari Desa Bonto Sinala dan Satriani dari Desa Biji Nangka. Keduanya akan mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha warung atau minimarket skala kecil. Sementara bantuan Z-Auto diberikan kepada satu orang untuk mengembangkan usaha di bidang otomotif.
Tati, warga Desa Barambang, menjadi penerima bantuan perbaikan rumah. Satu orang lainnya mendapat bantuan penyelesaian studi, sebuah dukungan yang kerap menjadi penentu nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah terpencil.
Di hadapan para penerima bantuan, Bupati Ratnawati Arif tak menyembunyikan apresiasinya terhadap kinerja BAZNAS Sinjai. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terkoordinasi adalah kunci agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
“Ini program yang patut diapresiasi karena membuktikan bahwa dengan hadirnya BAZNAS, kalau terkoordinasi dengan baik, sumbangan-sumbangan masyarakat pemanfaatannya akan kembali kepada masyarakat,” kata Ratnawati di hadapan para peserta.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Selama ini, pengelolaan zakat di daerah kerap menjadi sorotan karena distribusinya dinilai kurang tepat sasaran. Sinjai tampaknya berupaya membuktikan bahwa model koordinasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS bisa berjalan efektif.
Ratnawati juga berharap bantuan yang tersalurkan bukan hanya menjawab kebutuhan sesaat, melainkan memicu perubahan jangka panjang bagi para penerimanya. Prinsip yang ia tekankan sederhana namun bermakna dalam.
“Diharapkan dampaknya itu dari, oleh, dan untuk masyarakat. Termasuk pemberian bantuan bibit porang ini,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Sinjai, H. M. Tahir, turut hadir mendampingi bupati selama rangkaian penyerahan bantuan dari jalur BAZNAS berlangsung. Kehadirannya menegaskan komitmen lembaga untuk memastikan distribusi bantuan berjalan transparan dan akuntabel.
Kecamatan Sinjai Borong memang bukan wilayah yang dekat dengan pusat kota. Letaknya di kawasan pegunungan membuat akses layanan dan peluang ekonomi kerap terasa terbatas dibanding kecamatan lain. Karena itulah, program pemberdayaan semacam ini memiliki makna lebih besar dari sekadar angka penerima dan jumlah kilogram bibit.
Dengan total penerima yang mencakup puluhan kepala keluarga dari tujuh desa dan kelurahan, penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi titik awal dari perubahan ekonomi yang lebih luas. Setidaknya, bibit porang yang kini ada di tangan warga Sinjai Borong menyimpan potensi panen yang bisa mengubah kondisi keluarga mereka dalam satu hingga dua musim ke depan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.