CIANJUR, PUNGGAWANEWS – Banjir dan longsor di kawasan dataran tinggi Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, memunculkan pertanyaan serius, bagaimana hutan bisa berubah menjadi ladang sayur, dan siapa yang bertanggung jawab memulihkannya? Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya jawaban konkret — bayar petani untuk menanam pohon kembali.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM, meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Cianjur pada Kamis, 7 Mei 2026. Ia mengaku terkejut menyaksikan pemandangan yang tidak lazim banjir melanda kawasan dataran tinggi, bukan dataran rendah seperti biasanya.

Fenomena itu bukan tanpa sebab. Hutan di kaki Gunung Gede Pangrango yang seharusnya menjadi penahan air hujan telah beralih fungsi menjadi perkebunan sayur. Tanpa tutupan pohon yang memadai, air hujan deras langsung mengalir deras ke permukiman warga di bawahnya, membawa serta lumpur dan material longsor.

“Banjir biasanya terjadi di dataran rendah, namun di kawasan Puncak-Cipanas terjadi di dataran tinggi,” ujar Dedi. Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak langsung dari alih fungsi lahan hutan menjadi kebun sayuran yang berlangsung selama bertahun-tahun.