Summarize the post with AI
JAKARTA, PUNGGAWANEWS — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal Indonesia akan mulai menerima pasokan minyak mentah dari Rusia dalam waktu dekat. Meski demikian, pemerintah belum membuka besaran volume impor yang akan direalisasikan pada tahap awal tersebut.
Bahlil menyebut pengiriman crude oil dari Rusia berpotensi dimulai pada bulan ini, seiring pembahasan teknis yang terus berjalan. Namun, ia menegaskan rencana tersebut tidak mencakup impor bahan bakar minyak (BBM), karena selama ini Indonesia masih mengandalkan pasokan dari kawasan Asia untuk kebutuhan produk jadi.
Di sisi lain, pemerintah mengklaim ketergantungan impor BBM perlahan ditekan. Salah satu faktornya adalah mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan yang meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Dengan tambahan kapasitas tersebut, Indonesia bahkan diproyeksikan mengalami surplus solar, terutama jika kebijakan biodiesel B50 diterapkan secara penuh.
Bahlil memaparkan konsumsi BBM nasional saat ini berada di kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, produksi domestik setelah adanya peningkatan kapasitas kilang mencapai hampir 20 juta kiloliter per tahun. Artinya, kebutuhan impor BBM masih sekitar separuh dari total konsumsi nasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.