Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah efisiensi besar-besaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif. Kebijakan ini diambil untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali di tengah tekanan global, termasuk lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Dalam dialog ekonomi, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil menghemat hingga Rp308 triliun dari belanja pusat. Penghematan tersebut berasal dari pemangkasan berbagai pos anggaran yang dianggap tidak efisien, seperti kegiatan seremonial, perjalanan dinas, hingga pengeluaran operasional yang berlebihan.
“Banyak sekali pengeluaran yang tidak perlu. Biaya seremoni dipangkas, alat tulis kantor dikurangi drastis, hingga perjalanan dinas yang tidak penting. Ini langkah nyata efisiensi,” ujar Prabowo.
Tekanan Global dan Risiko Subsidi Energi
Presiden menjelaskan bahwa situasi geopolitik global, termasuk konflik yang mendorong harga minyak mentah dunia menembus di atas 100 dolar AS per barel, berpotensi meningkatkan beban subsidi energi secara signifikan. Bahkan, jika kondisi tersebut berlangsung lama, subsidi energi bisa melonjak lebih dari Rp100 triliun.
Di sisi lain, pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS turut memperberat tekanan terhadap APBN. Pemerintah pun berupaya keras agar defisit tidak melampaui batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.