Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian Timur Tengah, khususnya terkait konflik Gaza, dalam sebuah pertemuan di Hambalang. Penjelasan ini disampaikan sebagai respons atas pertanyaan tentang posisi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dan strategi diplomasi yang dijalankan.
Latar Belakang Krisis Kemanusiaan
Presiden menjelaskan kronologi peristiwa sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu respons militer Israel yang massif. “Pembalasan dari Israel luar biasa, bisa dikatakan gila-gilaan. Gaza 80 persen rata, diperkirakan 70.000 orang tewasโtermasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersenjata,” ungkap Prabowo.
Indonesia merespons krisis ini dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar, termasuk tiga pesawat Hercules dan dua kapal rumah sakit. Bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) dan masyarakat Indonesia dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi warga Palestina.
Diplomasi Multilateral dan Peran AS
Kepala Negara menjelaskan bahwa negara-negara Arab dan Muslim yang memiliki hubungan baik dengan Presiden Donald Trump secara kolektif mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan penghancuran Gaza. “Hanya Amerika yang bisa menahan Israel,” tegas Prabowo.
Momentum penting terjadi pada September 2025 saat Sidang Umum PBB, di mana Prabowo menjadi pembicara ketiga setelah Presiden Brasil Lula dan Presiden Trump. Dalam pidatonya yang tegas, ia menyoroti “moral decline of the West” terkait penanganan krisis Gaza dan menegaskan bahwa “the only solution is two-state solution.”



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.