Terungkap! 9.206 Jemaah Haji Lansia Berisiko Tinggi, Ini Langkah PPIH
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus mengalir deras. Hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 113 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan total 46.600 jemaah. Angka ini terus bertambah seiring jadwal keberangkatan yang berlangsung bertahap dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia.
Yang menarik perhatian, dari total jemaah yang telah tiba, sekitar 9.206 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Proporsi yang cukup besar ini menjadi sorotan utama petugas di lapangan, khususnya dalam hal pemantauan kesehatan selama ibadah haji berlangsung.
Ini Alasan Jemaah Lansia Jadi Prioritas Pengawasan
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah mendata jemaah dengan kondisi risiko tinggi sejak masih berada di Tanah Air. Pendataan ini mencakup jemaah dengan penyakit penyerta yang memerlukan penanganan khusus selama perjalanan dan ibadah.
“Setiap perkembangan kesehatan jemaah akan dilaporkan dan ditangani oleh tenaga medis yang bertugas di layanan kesehatan setempat,” ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu 29 April 2026. Pemantauan intensif dilakukan sejak jemaah tiba di Madinah hingga menjalani seluruh rangkaian ibadah.
Kloter SUB 16 Sempat Tertahan Dua Hari di Medan
Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah keterlambatan kloter SUB 16. Kloter ini sempat tertahan selama dua hari di Medan sebelum akhirnya tiba di Madinah pada pukul 04.22 waktu setempat, membawa 380 jemaah.
Abdul memastikan seluruh jemaah dalam kloter tersebut tiba dengan selamat dan telah menempati hotel di Madinah. Keterlambatan semacam ini, menurutnya, tetap dapat dikelola dengan baik berkat koordinasi antarpetugas yang berjalan lancar.
Ternyata, Gangguan Psikologis Juga Mengintai Jemaah
Fakta lain yang terungkap dari lapangan adalah adanya gangguan psikologis pada sejumlah jemaah. Abdul menyebut kondisi seperti demensia ringan dan kebingungan pascaperjalanan panjang ditemukan pada beberapa jemaah, terutama kalangan lansia.
“Kondisi ini umumnya dipicu oleh kelelahan perjalanan, kurangnya asupan cairan, dan minimnya pengalaman perjalanan jauh,” jelas Abdul. Untuk mengatasinya, jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, cukup beristirahat, dan tetap tenang selama berada di pesawat.
Solusi Praktis: Dari Pampers hingga Solawat di Udara
PPIH juga menyiapkan langkah antisipasi bagi jemaah lansia yang mengalami kendala menahan buang air selama penerbangan panjang 9–10 jam.
Jemaah diimbau menggunakan popok (pampers) sejak dari embarkasi, dan petugas di area kedatangan menyediakan fasilitas untuk membantu penggantian pakaian setibanya di bandara.
Tak hanya itu, petugas kloter juga didorong lebih kreatif dalam menjaga kondisi jemaah selama penerbangan. Abdul menyebutkan sejumlah pendekatan yang dinilai efektif, mulai dari pembacaan selawat bersama, peregangan ringan di dalam pesawat, hingga pendampingan psikologis sederhana.
“Pendekatan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilitas fisik dan mental jemaah selama perjalanan menuju Tanah Suci,” kata Abdul.
Dengan kombinasi penanganan medis dan psikologis, PPIH optimistis seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman.
Sistem Kesehatan Haji Terus Diperkuat
Kehadiran ribuan jemaah lansia dengan risiko kesehatan tinggi menuntut sistem pendampingan yang tidak sekadar responsif, tetapi juga antisipatif. PPIH tampaknya sudah mengambil langkah ke arah itu, dengan menggabungkan pemantauan medis, pendataan risiko sejak dini, dan pendekatan psikologis selama perjalanan.
Musim haji 2026 baru saja dimulai, namun respons cepat petugas di lapangan menjadi sinyal positif bagi ratusan ribu jemaah Indonesia yang masih menunggu giliran berangkat. Kesiapan sistem ini akan terus diuji seiring bertambahnya jumlah kedatangan dalam pekan-pekan mendatang.
FAQ
1. Berapa jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi per 28 April 2026? Sebanyak 46.600 jemaah dari 113 kloter telah tiba di Arab Saudi hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 18.00 waktu setempat.
2. Mengapa jemaah lansia menjadi prioritas pengawasan petugas haji? Karena dari total jemaah yang tiba, sekitar 9.206 orang adalah lansia dengan potensi risiko kesehatan tinggi, termasuk penyakit penyerta dan gangguan psikologis akibat perjalanan panjang.
3. Apa saja langkah PPIH untuk menjaga kesehatan jemaah selama penerbangan? PPIH mengimbau penggunaan pampers bagi lansia, mendorong petugas kloter mengadakan pembacaan selawat, peregangan ringan, dan pendampingan psikologis selama penerbangan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.