BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Langkah tak biasa diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengusulkan nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Bank BJB. Keputusan ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.
Pengusulan itu dilakukan di Bandung, di hadapan para pemegang saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. Dedi menilai, figur Susi memiliki kapasitas dan integritas yang dibutuhkan untuk memperkuat pengawasan bank daerah tersebut.
Langkah ini bukan keputusan sepihak. Dedi menyebut, seluruh nama yang diajukan merupakan hasil kesepakatan bersama para pemegang saham yang hadir dalam rapat.
Alasan Dedi Mulyadi Pilih Susi
Dedi Mulyadi menegaskan, alasan utama menggandeng Susi Pudjiastuti adalah faktor integritas. Menurut dia, pengelolaan lembaga keuangan membutuhkan sosok yang memiliki rekam jejak kuat dan berani mengambil keputusan.
Susi sebelumnya telah berperan sebagai penasihat strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pengalaman tersebut dinilai cukup untuk memahami arah kebijakan daerah, termasuk dalam sektor ekonomi dan keuangan.
Selain itu, karakter tegas Susi dianggap mampu mendorong perbaikan kinerja Bank BJB. Dedi optimistis kehadiran Susi akan membawa perubahan positif, terutama dalam hal efisiensi dan tata kelola.
Fokus Perbaikan Kinerja Bank BJB
Dalam RUPST tersebut, pemerintah daerah menargetkan sejumlah perbaikan signifikan. Salah satunya adalah peningkatan dividen bagi pemegang saham hingga Rp900 miliar.
Selain itu, struktur organisasi bank juga akan disederhanakan. Jumlah jabatan dirancang menjadi tujuh posisi utama, dengan pemisahan tegas antara fungsi teknologi informasi dan operasional.
Langkah ini diambil untuk menjaga independensi dan memperkuat aspek strategis bisnis ke depan. Dedi menilai, sektor teknologi informasi tidak boleh bercampur dengan operasional karena berperan penting dalam pengembangan bank.
Fokus lain adalah penanganan kredit macet. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penagihan agar arus kas tetap sehat dan kinerja keuangan bank terjaga.
Susi Pudjiastuti: Tertantang Meski Minim Pengalaman Perbankan
Susi Pudjiastuti mengakui dirinya bukan berasal dari dunia perbankan. Namun, ia menyatakan siap menerima tantangan tersebut sebagai bagian dari profesionalisme.
Sebagai pengusaha, Susi merasa memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan. Ia yakin dapat memberikan nilai tambah bagi Bank BJB, meski harus belajar lebih dalam mengenai industri perbankan.
Susi juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi. Ia menyebut dirinya tidak terbiasa bermain politik dan lebih mengedepankan kejujuran dalam setiap keputusan.
Target Besar: Lawan Pinjol dan Perkuat UMKM
Salah satu gagasan yang mencuat adalah upaya melawan dominasi pinjaman online (pinjol). Susi melihat peluang besar bagi Bank BJB untuk mengambil peran tersebut.
Menurut dia, Jawa Barat memiliki potensi ekonomi besar, terutama dari sektor UMKM. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah pesisir yang luas, potensi pembiayaan sangat terbuka.
Susi bahkan mengusulkan agar Bank BJB bisa mengambil alih sebagian pasar pinjol. Tujuannya untuk menurunkan bunga pinjaman dan membantu masyarakat kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sehat.
Ia menilai, jika dikelola dengan baik, Bank BJB bisa menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada pinjaman online.
Proses Selanjutnya di OJK
Meski telah diusulkan dalam RUPST, pencalonan Susi Pudjiastuti belum final. Seluruh nama calon komisaris dan direksi harus melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses ini akan menentukan apakah para kandidat memenuhi syarat untuk menduduki posisi strategis di industri perbankan.
Dedi Mulyadi menyatakan optimistis seluruh kandidat akan lolos. Ia menilai, orang-orang yang diusulkan memiliki integritas dan kompetensi yang memadai.
Jika disetujui, susunan baru ini diharapkan mampu membawa Bank BJB menjadi lebih kompetitif. Tidak hanya sebagai bank daerah, tetapi juga sebagai bank yang diminati secara nasional.
Harapan ke Depan
Dengan komposisi baru, pemerintah daerah berharap Bank BJB mampu meningkatkan kinerja secara signifikan. Efisiensi operasional, peningkatan laba, dan penguatan sektor kredit menjadi target utama.
Lebih jauh, bank ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Khususnya dalam mendukung pelaku UMKM dan sektor riil di Jawa Barat.
Kehadiran Susi Pudjiastuti dinilai bisa menjadi katalis perubahan. Kombinasi pengalaman bisnis dan ketegasan diharapkan mampu memperkuat fondasi Bank BJB di tengah persaingan industri keuangan.
FAQ
Apa alasan Dedi Mulyadi memilih Susi Pudjiastuti?
Alasan utamanya adalah integritas dan karakter tegas Susi yang dinilai mampu memperbaiki tata kelola dan kinerja Bank BJB.
Apakah Susi memiliki pengalaman di dunia perbankan?
Tidak secara langsung. Namun, ia memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan pengelola keuangan yang dianggap relevan.
Apa langkah selanjutnya setelah pencalonan ini?
Seluruh kandidat harus menjalani uji kelayakan dan kepatutan oleh OJK sebelum ditetapkan secara resmi.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.