Aspek pemberdayaan warga juga tidak luput dari perhatian. Kelompok-kelompok usaha berbasis keluarga, pelatihan keterampilan, dan program literasi masyarakat menjadi bagian dari denyut kehidupan Kampung KB yang ingin ditonjolkan dalam penilaian nasional.

Lingkungan fisik kawasan pun dibenahi. Kebersihan, penataan ruang publik, serta fasilitas pendukung kehidupan warga dipastikan dalam kondisi layak dan mencerminkan kualitas hunian yang baik. Semua elemen ini berpadu untuk membentuk gambaran utuh tentang apa yang dimaksud dengan Kampung KB yang unggul.

Makassar sebagai kota metropolitan di kawasan timur Indonesia memiliki reputasi yang perlu dijaga di tingkat nasional. Keikutsertaan Rappocini dalam lomba ini sekaligus membawa misi untuk membuktikan bahwa inovasi dan pembangunan berbasis keluarga tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Rapat koordinasi yang digelar ini juga menjadi ajang untuk mengidentifikasi celah-celah yang masih perlu diperkuat. Setiap sektor diminta menyampaikan perkembangan terkini, hambatan yang dihadapi, dan langkah konkret yang akan diambil dalam waktu dekat. Semua masukan dirangkum menjadi rencana aksi yang segera ditindaklanjuti.