Kim menjelaskan bahwa PHK yang terjadi saat ini bukan semata-mata akibat kondisi dalam negeri. Ada dua faktor yang saling bertautan, yakni faktor eksternal dan internal, yang secara bersamaan menekan keberlangsungan industri di Jawa Barat.
Dari sisi eksternal, krisis global menjadi pemicu utama. Konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Israel-Amerika telah mengguncang stabilitas pasar dunia. Harga bahan bakar minyak melonjak, harga plastik ikut terkerek, dan sejumlah komoditas lain turut bergejolak mengikuti ritme ketidakpastian geopolitik yang semakin tidak terkendali.
Dampaknya tidak berhenti di pasar global. Beberapa produk ekspor Indonesia, khususnya dari Jawa Barat, ikut terpukul karena permintaan melemah dan rantai pasok terganggu. Industri yang selama ini mengandalkan pasar luar negeri terpaksa memangkas kapasitas produksi, dan ujungnya adalah pengurangan tenaga kerja.
Kondisi ini semakin berat karena tekanan domestik juga turut hadir secara bersamaan. Kombinasi antara guncangan global dan persoalan internal membuat banyak perusahaan tidak memiliki ruang gerak yang cukup untuk mempertahankan seluruh karyawan mereka.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.