Summarize the post with AI
Pernikahan Julaibib dan putri pemimpin Anshar itu berlangsung dengan disaksikan langsung oleh Rasulullah SAW. Seorang lelaki yang selama bertahun-tahun tidak punya tempat di antara masyarakatnya, kini berdiri sebagai seorang suami dari perempuan salehah dan mulia.
Namun kebahagiaan itu belum sempat dirayakan. Malam pertama belum selesai ketika suara ribut terdengar di luar rumah. Rasulullah dan para sahabat sedang bersiap menuju medan Perang Uhud. Julaibib keluar, dan begitu mengetahui apa yang terjadi, ia langsung bergegas menyiapkan diri. Rasulullah sempat memintanya untuk tinggal — ia baru saja menikah, istrinya membutuhkan kehadirannya. Tetapi Julaibib tidak bisa menahan diri. Ia berpamitan kepada sang istri, memohon maaf atas malam pertama yang terpaksa ditinggalkan, lalu berangkat ke medan perang.
Ia tidak kembali.
Setelah pertempuran usai, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat apakah ada yang hilang di antara mereka. Berbagai nama disebutkan. Namun tidak ada yang menyebut Julaibib — karena memang tidak ada yang merasa kehilangan. Hanya Rasulullah yang merasakannya. Beliau memerintahkan para sahabat untuk mencari.
Tubuh Julaibib ditemukan di medan laga, penuh luka sabetan pedang. Di sekelilingnya tergeletak tujuh prajurit Quraisy yang telah ia tumbangkan sebelum nafasnya sendiri berhenti. Tujuh lawan. Seorang diri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.