Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, NEWYORK – Duta Besar Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan negaranya akan terus melakukan pembelaan diri hingga apa yang disebutnya sebagai serangan brutal dari Amerika Serikat dan Israel dihentikan.
Dalam pernyataannya kepada awak media di markas besar PBB, New York, Sabtu (7/3), Iravani menegaskan bahwa tindakan Teheran merupakan implementasi hak yang sah berdasarkan hukum internasional.
“Kami terus melaksanakan hak yang melekat pada diri kami untuk membela negara berdasarkan ketentuan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai agresi dan serangan brutal ini berakhir. Tindakan balasan yang kami lakukan adalah legitimate, diperlukan, dan proporsional,” tegas Iravani seperti dikutip dari Sputnik.
Diplomat senior Iran itu menjelaskan bahwa negaranya hanya menyasar objek-objek militer milik pihak yang menyerang sebagai bentuk respons terhadap agresi yang menimpa Iran.
“Sasaran Iran semata-mata adalah instalasi militer milik agresor. Kami sama sekali tidak mengincar warga sipil. Kami juga tidak menargetkan aset atau kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini tim kami tengah mendalami tuduhan terkait serangan terhadap lokasi-lokasi non-militer,” jelas Iravani.
Perwakilan Iran itu menambahkan, hasil kajian awal menunjukkan sejumlah insiden yang terjadi kemungkinan merupakan dampak dari upaya intersepsi atau interferensi yang dilakukan oleh sistem pertahanan milik Amerika Serikat, yang berpotensi menyebabkan serangan melenceng dari sasaran militer yang seharusnya.
Iran Tidak Mencari Konflik
Iravani mempertegas bahwa Iran bukanlah negara yang menginginkan peperangan atau eskalasi konflik di kawasan.
“Kami tidak sedang mencari perang. Iran tidak menghendaki terjadinya eskalasi. Akan tetapi, Iran tidak akan pernah mengorbankan kedaulatannya,” ujar Iravani dengan tegas.
Diplomat berusia 58 tahun itu menambahkan, “Peradaban kami yang berusia ribuan tahun dan penuh kebanggaan membuktikan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta memiliki komitmen kuat terhadap prinsip hidup berdampingan secara damai, menjunjung tinggi martabat, dan saling menghormati antar bangsa. Kami akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan demi melindungi rakyat kami, teritori kami, dan kemerdekaan kami.”
Tolak Campur Tangan Asing
Menyinggung soal kedaulatan nasional, Iravani menegaskan bahwa penentuan kepemimpinan Iran sepenuhnya merupakan hak prerogatif rakyat Iran tanpa keterlibatan pihak manapun dari luar negeri.
“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Kami menolak dan tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing ikut campur dalam urusan domestik kami. Konstitusi kami sangat jelas mengatur hal ini. Proses pemilihan kepemimpinan Iran akan dilaksanakan sepenuhnya mengikuti prosedur konstitusional yang berlaku dan murni didasarkan pada kehendak rakyat Iran, tanpa sedikitpun campur tangan dari luar,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Iravani mengajak seluruh negara anggota PBB untuk bersama-sama mengutuk tindakan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.