PUNGGAWANEWS-JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran peringatan satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Acara tersebut digelar oleh Kepala BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia membangun lembaga pengelola kekayaan negara yang kini dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund kelas dunia.
“Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” ujar Presiden.
Kepala Negara turut mengapresiasi kinerja Danantara sepanjang tahun pertama operasionalnya yang dinilai mulai memberikan hasil nyata. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset (return on asset) pada 2025 meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Presiden bahkan menyebut angka konkret yang menjadi tolok ukur kontribusi Danantara bagi keuangan negara. “Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah 800 triliun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan peran strategis Danantara sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi nasional, khususnya di tengah tekanan dan ketidakpastian global yang terus meningkat. Dengan tata kelola yang profesional dan berintegritas, Danantara diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Sumber: Catatan Sekretariat Kabinet RI




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.